February 8th, 2010 · 8 Comments

Me and Trinity
Bermula pada launching Buku ke-2 Naked Traveler-nya Trinity, maka tim curipandang dan kutukutubuku menggagaskan sebuah klub yang akan secara rutin setiap bulannya untuk membahas sebuah buku yang diberi nama #Klubuku. Dan pada acara pertamanya berlangsung hari Sabtu, 6 Februari 2010 di Es Teler 77 Jl. Adhityawarman, dengan pembahasan mengenai buku ke-2 Trinity tersebut. Nilai plusnya, ada Trinity yang siap untuk qt kupas abis mengenai semua perjalanan yang sudah ia tuang dalam ke-2 bukunya.
Lalu…bagaimana saya bisa ikutan?
Saya memang rutin membaca blog mba’ Ollie dan blog kutukutubuku. Nah…ketika mereka memberitahukan akan membentuk sebuah klubuku, langsung saja saya meluncur ke TKP. Eh…maksud saya, saya langsung ke websitenya curipandang.com untuk register dan langsung memfollownya di Twitter. Maksud hati biar langsung kepilih untuk datang ke acara tersebut.
Awalnya saya kurang beruntung karena tidak terpilih. Tapi ternyata curipandang memberi kesempatan kepada yang belum terpilih untuk bisa dapat free seat-nya dengan cara menulis artikel mengenai buku favorit saya di curipandang.com. Waaahhhh…kesempatan emas nih, apalagi saya pernah memposting mengenai buku kesukaan saya di blog saya ini. Dan ternyata, saya pun terpilih sebagai salah satu yang mendapatkan free seat tersebut. Cihuy…!!!

Pemenang free seat dapet buku ini
Kendala awal, sebenarnya…saya belum sedikit pun membaca buku Naked Traveler yang pertama ataupun yang ke-2. Mau langsung beli saat itu…tapi saya lagi benar2 cekak. Beruntung acaranya di minggu awal bulan Februari, jadi saya bisa mengandalkan Gaji yang datang di akhir bulan. Hehehe. Dan baru hari Senin tgl 1 Februari 2010, buku yang saya pesan dari kutukutubuku dateng. Langsung dua-2 nya. Walaupun sekarang saya belum membabat habis ke-2 buku itu, tapi setidaknya saya bisa mendapatkan gambaran mengenai perjalanan Miss T, jadi saya ga perlu jadi kambing conge’ saat ada di tengah2 acara tersebut. Hihihihi.

Langsung beli dua-2 nya
Saat acara…
Jam 14.30 berangkat dari rumah. Alhamdulillah cuaca mendukung perjalanan, walaupun sempet gerimis pas jam 13.00. Sampai di TKP a.k.a Es Teler 77 Jl. Adhityawarman, ternyata udah pada dateng. Yang pertama kali mengenali saya adalah mba’ Soffie. Wew…padahal qt ga pernah ketemu, hmmm…instingnya bagus juga
. Lalu…Mba’ Ollie yang saat itu sedang mengobrol dengan Trinity pun melambaikan tangannya kepada saya. Ya…sebelumnya kami memang pernah bertemu saat NoBar Kambing Jantan The Movie bersama teman-teman kutukutubuku.
Kemudian saya pun berkenalan secara langsung dengan mba’ Titiw, mba’ Dita a.k.a Missmaharrani, Dilla, Sabai dll. Ternyata…apa yang saya takutkan, yaitu saya yang akan kaku karena ga ada yang kenal secara deket, tidak terbukti. Mereka ramah-ramah, jadi acaranya berjalan seru.


Disini qt banyak banget ngebahas mengenai cerita-cerita seru dibalik perjalanan Trinity. Yang pasti yang tidak diceritain di Buku. Seperti apa yang terjadi antara Trinity dan Polisi Italia bernama Bruno di Museum di Stock Yards, USA. Trinity juga memberikan beberapa tips mengenai budget untuk melakukan sebuah perjalanan, bagaimana agar sukses ketika harus mendapatkan ijin visa di kedubes, sampai apa yang harus dilakukan ketika di deportasi. Semua intinya adalah agar qt tidak usah sungkan untuk bertanya pada siapapun, juga mencoba ramah dengan penduduk local. Karena terkadang sebuah info besar dapat qt dapatkan ketika percakapan yang telah qt mulai, yang mungkin tidak qt dapatkan di internet.
Disini qt juga ngebahas tentang kebiiasan-kebiasaan penduduk local termasuk penduduk Indonesia sendiri yang tidak meng-eksplore keindahan negaranya. Jangankan keindahan Negara sendiri, kadang qt juga tidak tahu atau tidak pernah menelusuri pelosok dari kampong qt. Misal…siapa yang belum pernah ke Monas?? Siapa yang belum pernah ke Danau Situ Lembang di daerah Menteng?? Padahal, di Negara tetangga saja mereka mempunyai paket tour wilayah mereka sendiri. Seperti hal nya di India. Pendapatan terbesar mereka bukanlah dari turis mancanegara. Tapi malahan dari turis Domestik. Waaaahhh…jadi ada keinginan nih bikin sebuah Travel Agen untuk yang menyediakan paket tour dikota sendiri. Hehehehe.
Di sesi hadiah, alhamdulillah bisa jawab pertanyaan yang diajukan oleh tim curipandang. Dan dapet kaos ini ni…

Walaupun kegedean, gpp lah...
Jadi…that day was what I did in the first time…
Terima kasih kutubuku dan curipandang…
Teman baru, pengalaman baru dan impian yang baru…
So…when was the last time you do in the first time? 
Berbagi
Tags: Review Buku · Serba-Serbi
February 1st, 2010 · 5 Comments

Beberapa blogger hiatus gara-gara twitter??
Bagi saya sangat aneh. Karena..menurut saya twitter dan blog itu sangat berbeda. Tapi…jika blog dipakai hanya untuk update kegiatan seorang blogger, ya jelas lebih enak update di twitter.
Twitter…sebuah microblogging berlogo burung yang menjadi tren baru dikalangan anak abegeh sampai para senior seperti Bapak Menkominfo baru yang gaul (uhhh…I like it), Pak Tifatul Sembiring dan senior blogger, Ndorokakung.
Saya termasuk newbe di Twitter ini (follow me disini). Awalnya juga bingung tentang bagaimana dan apa gunanya twitter ini. Sempat berpikir…mungkin twitter hanya berguna untuk orang-orang yang terkenal aj. Sempat ga tau mau update status apa. Karena males juga c…coz di facebook aj jarang banget ada yang mengomentari status saya (salah satu alasan jenuh sama facebook), apalagi ditwitter yang lebih banyak saya “follow” daripada mereka “follow” saya.
Tapi beberapa bulan mulai menyadari dan mendapatkan manfaat dari twitter. Seperti contoh sekitar 4 bulan lalu saya mengikuti lomba nge-blog. Saya pun dapat info tersebut dari tweet nya raditya dika. Langsung saja saya ikutan, karena dari tweetnya radit, diketahui bahwa dy adalah salah satu juri lomba tersebut. Wuuiiihhhh…
Walaupun akhirnya lomba tersebut dihentikan karena terjadi masalah teknis yang ga tau kenapa, tapi…alhamdulillah sudah menang di periode pertamanya (walau hanya menjadi pemenang ke-2).
Ga hanya info mengenai lomba saja. tapi ternyata dari twitter saya pun saya bisa mendapatkan update berita di dunia (terima kasih kepada teman-teman saya yang tak pernah ketinggalan untuk browsing website berita dan membaginya di twitter
)
Keasyikan bertwitter-ria pun bertambah karena share putu2 lucu. Ditambah…update2 dari wartawan KELOMPENCAPIR (makasih kepada tikabanget) yang selalu update mengenai berita panas diranah politik seperti saat sidang pansus, sehingga sidang pansus terdengar menyenangkan
.
Ditambah lagi, ternyata untuk biaya buka twitter di Hp saya lebih murah bila dibandingkan harus membuka fb. Ooohhh..mungkin itu sebabnya orang-orang lebih banyak update status ditwitter dibandingkan di fb.
Namun…seperti halnya manusia dan semua hal di dunia ini, bahwa twitter pun memiliki kekurangan menurut sudut pandang saya.

Ketika saya mem-follow akun seseorang, misal “artis” yang saya gemari, belum tentu dy akan mem-follow saya. Dan hal ini membuat saya agak sedih, karena saat saya mengomentari sesuatu yang mengenai dirinya, ga ada respon dari si “artis” tersebut. Mungkin ada sebagian orang yang hanya menginginkan melihat update status dari orang-orang terdekat tanpa ada status2 yg ga jelas dari orang lain yang kurang penting
Walau bagaimanapun itu…saya mulai jatuh cinta kepada twitter dan semoga saya tidak menjadi blogger yang murtad gara-gara twitter.
Berbagi
Tags: Serba-Serbi
January 29th, 2010 · 3 Comments

Bukan sekedar kunjungan sebenarnya. Tapi saya bener-bener niat ke Markas Gagas Media yang letaknya jaaauuuhhhh sekali dari keberadaan saya saat ini. Hal ini dikarenakan panggilan interview untuk tawaran menjadi First Readernya Gagas Media.
Apa itu First Reader??

First Reader itu secara harfiah berarti Pembaca pertama. Lebih lengkapnya adalah sebagai pembaca pertama naskah-naskah novel yang sudah masuk ke Gagas Media untuk direview sehingga bisa diputuskan untuk layak diterbitkan atau tidak.
13.30 berangkat dari kantor. Terima kasih kepada bos di kantor yang sudah mengerti saya
14.25 Sampai juga di kantor yang beralamat di Jl. H. Montong no. 57. Sebuah Rumah besar di kawasan komplek BBD, Jagakarsa Ciganjur. Rumah luas bercat pink dan kuning itu tampak asri dengan halaman yang begitu luas. Setelah memarkirkan motor, saya pun menukarkan KTP saya dengan kartu yang bertuliskan “Visitor”. Kemudian masuk ke sebuah pintu bercat putih. Bertemu Receptionist, kemudian diantar ke sebuah gazebo di teras belakang. Ketika membukakan pintu…wew…terdapat meja besar dengan bangku panjang dikeempat sisinya yang sudah terisi penuh. Dan saya hitung…satu…dua…tiga…wuiiihh…ada sekitar 15 orang. Duduk di salah satu bangku panjangnya, kemudian…diam. Entah saya mau ngomong apa. Ga ada yang dikenal…canggung…dan hening.

14.30 Bingung mau apa. Pulsa abis, jadi ga bisa ngetweet. Agak nyesel c…tadi ga beli pulsa dulu. Akhirnya memutuskan untuk mendengarkan MP3 dari Hp, sambil melihat orang-orang yang ada di sekitar saya. Mereka bener-bener beragam rupa. Dimulai dengan seorang cewe’ dengan rambut lurus panjang, serta berkacamata ada disebelah saya. Saat dy dipanggil…wah…ternyata dy adalah Presiden ke-5 qt.
eh…maksud saya…namanya sama dengan Presiden ke-5 qt. Megawati.
Kemudian ada cowo’ bermata cokelat berkemeja putih yang duduk disamping kiri saya. Terlihat dari asbak yang bertengger didepannya, bahwa dy baru menghabiskan 1 batang rokok. Lalu…dy pun dipanggil untuk diinterview di sebuah bangunan layaknya kantin kecil yang berada di seberang kanan kami.
Di bangku panjang disebelah kanan saya ada seorang cewe’ yang diapit oleh 2 cowok dengan perawakan yang bertolak belakang. Terlihat dari seragamnya, si cewe’ itu sepertinya masih SMA. Berambut panjang dengan kuncir kuda dan berwajah Chinese.
Di sebelah kanan si cewe’ itu ada seorang cowo’ manis berwajah putih. Dengan kemeja lengan panjang berwarna cokelat muda. Semenjak saya duduk disini, si cowo’ sudah menghabiskan 2 batang rokok Djarum Black. Wah…cakep2 ko’ ngerokok. Illfeel deh (loohh…saya mo interview atau cari jodoh??
)
Di sebelah kiri cewe’ berseragam itu, duduk seorang cowo’ dengan badan yang agak gemuk, berjanggut dan berwajah bulat. Dy mengenakan sebuah jaket hitam yang dibagian dada kiri bertuliskan BEM FIB UI. Ckckckck. Saingan berat nehhh…
Lanjut ke bangku panjang tepat diseberang saya. Dihuni oleh 4 orang cowo’. Dari kiri…seorang cowo’ dengan rambut gimbal, berkaos orange, terlihat sibuk dengan rambutnya sendiri. Hehehehe. Disebelahnya ada cowo’ berkaos biru tua, berkacamata dan sedari tadi asik mengobrol dengan teman disebelahnya yang berkaos biru muda. Spertinya mereka berteman. Karena hanya merekalah yang ngobrol akrab daritadi. Di sbelahnya lagi ada seorang cowo’ berkemeja putih lengan pendek yang tadi memegang komik jepang dan kemudian sibuk cengengesan walaupun komiknya telah masuk ke dalam tas.
Dan pada bangku panjang terakhir ada 4 orang dengan besar tubuh yang berbeda-beda. Dimulai dengan yang paling dekat dengan saya. Seorang ce dengan rambut tebal sebahu ber-rompi abu-abu. Di sebelahnya ada cewe’ berkawat gigi biru, berkemeja putih, dan rok berwarna ungu. Sepadan dengan warna tas nya. Tampak disebelahnya lagi ada cewe’ bertubuh kecil dengan cardigan hitam. Berambut bondol dan berkacamata. Lanjut disebelahnya dengan besar tubuh kebalikannya. Cowo’ gemuk hitam manis dengan janggut yang menyatu pada jambang, dan berjaket hijau.
Sebelah kiri saya pun berganti dengan seorang cewe’ berjilbab hitam dan berkaos merah. Belakangan diketahui bahwa rumahnya ternyata lebih jauh dari saya. Yaitu dicempaka putih. Ckckckckck.
15.00 Alhamdulillah dikasih minuman dingin. Lumayan…haus banget. Maklum…perjalanan jauh melewati cikini-menteng-kuningan-warung buncit-cilandak kko.
15.25 Ada yang dipanggil kemudian pulang dan ada yang berdatangan.
16.02 suasana mulai mencair. Kami mulai saling ngobrol. Ternyata banyak yang rumahnya lebih jauh dari saya. Ada yang dari Tanggerang, bahkan ada yang dari Bogor.
16.29 Gw blm dipanggil juga. Hiks…(mulai tumbuh lumut )
17.05 Akhirnya dipanggil juga. Dan langsung berhadapan dengan 2 cewe’ muda. Dan seperti biasa, menanyakan perihal nama gw yang terdengar aneh.
17.30 Alhamdulillah kelar. Apa saja yang ditanya??? Berapa cm luka yang telah dibuat oleh Voldermort di dahi Harry…???…berapa kali sehari Detektif Monk mencuci tangan…??? Eits…bukan itu dink. Pertanyaan yang diajukan cukup simple. Buku apa yang kamu suka dan tidak suka.kenapa. dan kalau beli buku karena apa??
Lalu…bagaimana prosedur kerja dari First Reader???
Jadi…setiap hari sabtu nantinya akan berkumpul di Markas gagas. Di hari itu akan diberi 5-6 naskah. Dan harus memberikan laporannya dalam waktu 1 minggu. Akan ada fee untuk setiap naskah yang telah dibaca. Dan dibayarkan pada akhir periode.
Wah…kapan lagi nih baca dapet duit.
Wish me luck y.
gambar dipinjam dari www.gordenofpraise.com dan www.bapakbaru.wordpress.com dan gagasmedia
Berbagi
Tags: Serba-Serbi

Selalu saja ada hal yang ingin diceritakan oleh murid-murid private saya. Apalagi, 2 murid private saya berjenis kelamin perempuan, which is pada dasarnya suka ngerumpi. hehehehe. Dan tak masalah bagi saya. Karena kenyamanan mereka untuk belajar terus bersama saya bisa di pacu dengan kegiatan kecil ini.
Lalu…apa yang mereka curhatkan???
Tak jauh beda halnya dengan kehidupan anak-anak kelas 3-4 SD zaman saya dulu. Kisah mengenai permusuhan, persahabatan, sampai guru yang Matre. -hohoho-
Tapi tentu ada yang berbeda…yaitu lifestyle masa kini yang di dominasi handphone dan internet. (ckckckck…zaman SD saya dulu yang paling heboh cuma telepon rumah loh…!!!)
Kedua murid private saya ini bersekolah di sekolah yang berbeda. Tingkatan mereka juga berbeda. Inilah kisah salah satu dari mereka.
Si Nur (bukan nama panggilannya yang asli) bersekolah di Sekolah Dasar Negeri tempat saya dulu bersekolah. Sekolah ini beberapa tahun yang lalu sempat menyandang Sekolah Percontohan. Namun karena melihat keterbatasan kualitas anak-anak yang bersekolah, tentu hal ini bukanlah hal yang mudah. “Terlalu keras”, begitu menurut sang Kepala Sekolah. Dan menurut saya, SD yang ini memang berbeda dengan SD lainnya dalam 1 kecamatan yang sama. Di SD ini lebih “menggembleng” para siswanya untuk belajar dan berlatih. Hal ini dapat terlihat dari agenda Ulangan hariannya yang 2 minggu sekali.
Balik lagi ke tokoh yang saya ceritakan. Nur yang memiliki kemampuan otak lebih baik dari teman-temannya ternyata tidak memiliki teman. Apa pasal??? Hal ini mungkin karena penghasilan orang tua Nur lebih rendah dari orang tua teman-temannya yang rata-rata memiliki gaji 20 juta sebulan. ckckckckck. Kehidupan yang mewah, uang jajan berlimpah plus kartu kredit yang dimiliki oleh teman-temannya serta HP Blackberry dan 2 Hp lainnya (OMG…Gw aja pke Kartu kredit baru sekarang) membuat mereka terbiasa untuk merendahkan orang lain. Ga bakal ditemenin kalo ga berkelas, mungkin begitu menurut teman-temannya.
Nur pun bercerita kalau setiap hari dy selalu pulang sambil menangis.
Kemarin, teman-temannya malah berbuat lebih jahat lagi. Ibu guru mereka akan membagikan kupon untuk mengikuti lomba Bahasa Inggris di suatu majalah sekolah dengan iming-iming hadiah sebesar 2 juta rupiah. Dan Ibu Guru pun memberikan soal, mereka harus menjawab untuk mendapat kan kupon tersebut. Beberapa kali Nur berhasil menjawab. tapi..itupun dengan usaha yang sangat keras. Karena ternyata semangat Nur untuk bisa megikuti lomba tersebut mendapat halangan keras dari teman-teman sebangku dan dibelakangnya. Setiap kali Nur berusaha mengangkat tangan untuk menjawab, selalu saja teman-temannya menjambak rambutnya, menginjak-injak kakinya dan menahan tangan Nur dengan keras. Hingga suara berisik yang terdengar. Tapi hal itu malah membuat Nur dimarahi Ibu Guru. Kasihan Nur. Sudah tak punya teman, dy pun harus dihadapkan dengan Ibu Guru yang Matre. Yang lebih pilih kasih dan lebih percaya kepada Murid yang kaya dan selalu memberinya uang lebih. Miris…
lantas…apa Nur mendapatkan kupon itu??? Nur memang mendapatkan kupon tersebut. tapi ternyata ancaman-ancaman teman-temannya membuat Nur mundur dan mengembalikan kupon tersebut kepada Ibu Guru. Menurutnya, lebih baik begitu daripada dy harus menyerahkan kepada teman-temannya.
Saya yang geram mendengar cerita itu pun memberinya sedikit masukan. Bahwa kesempatan itu hanya datang sekali. Walaupun Lomba tersebut ada lagi bulan depan, tapi belum tentu kelasnya yang mendapat giliran. Dan tambahan dariku untuknya, bahwa dy tak perlu mendengarkan ancaman-ancaman teman-temannya itu. Biar saja mereka yang gigit jari ketika Nur memenangkan lomba itu.
Hal-hal seperti itu sudah tentu bukan pertama kalinya yang dialami Nur.
Perbedaan gaya hidup itupun terkadang yang membuat orangtua Nur berusaha lebih keras. Maklum…anak-anak terkadang bisa saja iri melihat barang-barang teman-teman mereka. Seperti contoh Handphone. Nur begitu gembiranya saat sang Ayah memberikan dy Hp, walau second.
Nur juga kadang harus lebih giat belajar, harus lebih tau dari teman-temannya. Karena yang mengajarinya hanya saya dan sang Ibu. Beda halnya dengan teman-temannya yang mengambil kursus dengan Ibu Guru. Ketika Ulangan, tentu dengan mudah mereka menjawab soal-soal yang diberikan. Karena mereka telah mendapatkan kisi-kisi dari Ibu Guru ketika mereka kursus.
Kenapa Nur tidak Les dengan Ibu Guru?
Biaya yang lebih mahal menjadi penghalangnya.
Hmmm…beginikah Sekolah “Gratis” itu???
Berbagi
Tags: Serba-Serbi
January 22nd, 2010 · 2 Comments

2 hari yang lalu, pulau Bali dihebohkan dengan laporan dari beberapa nasabah BCA, BNI dan Permata. Sejumlah uang mereka yang tidak sedikit lenyap begitu saja saat mereka mengecek ke mesin transaksi uang a.k.a ATM. Heboh, karena hal tersebut dialami oleh sekitar 222 nasabah dari ke-3 Bank tersebut.
Hmm…gw jadi inget pengalaman 2 tahun lalu. Kala itu, ATM keluarga yang dipegang oleh Kakak kami, tiba-tiba tidak bisa dipakai. Pesan yang ada pada layar ATM berkata bahwa “PIN” yang dimasukkan salah. Kakak pun heran, dy merasa tidak pernah mengganti PIN. dan dy pun berpikir bahwa mungkin angka yang dipencet olehnya salah, lalu ia pun mengulang proses transaksi. Tapi lagi-lagi pesan yang sama pun muncul.Karena sudah melakukan kesalahan 2x dalam pemasukkan angka PIN, kakak pun tak melanjutkan transaksi saat itu. Khawatir terblokir.
Lantas esokan harinya, ia pun mencoba bertransaksi lagi. Tapi tetap saja pesan yang kemarin, muncul lagi. Kemudian ia pun mencoba untuk mencari penjelasan dengan mendatangi Customer Service di bank tersebut. Dari transaksi yang tercatat pada mesin, bahwa PIN memang telah terganti beberapa hari yang lalu tepatnya ditengah malam saat kakak saya berada di Bandung. Lalu, kakak pun mencoba mengingat, dan dy merasa bahwa terakhir dy melakukan transaksi adalah sekitar pukul 7 malam di Bandung. Kami pun meminta agar transaksi terakhir di-print. Dan betapa terkejutnya kami bahwa pada tengah malam itu terjadi transaksi sebanyak 2x di ATM yang sama. Yaitu pengambilan sejumlah Rp. 1.200.000 dan Rp. 800.000. Lemas mendengarnya apalagi kakak saya yakin bahwa transaksinya yang terakhir hanya pengambilan uang sejumlah Rp. 500.000.
Kami pun mencoba komplain dan ingin mengetahui bagaimana hal tersebut terjadi. Namun ternyata si mba’ CSO angkat tangan. Dy berujar bahwa kejahatan semacam itu sulit untuk diusut. Dan dy hanya memberikan sedikit saran agar kami lebih berhati-hati dan agar melakukan pemasukan PIN secara asal, setelah setiap kami bertransaksi di ATM.
Kami yang awam mengenai hukum, kemudian berlalu dari Bank dan mencoba untuk ikhlas.
Pagi ini, saya pun tidak menginginkan pengalaman pahit tersebut dialami oleh teman-teman sekalian. Dan saya pun menemukan cara aman ber-atm, langsung dari si mantan pembobol rekening.
Monggo, dilihat disini.
note: gambar diambil dari coffeeoriental.files.wordpress.com
Berbagi
Tags: Kenangan
January 19th, 2010 · 6 Comments
“Biar berasa punya iPhone”. Itulah alasan gw untuk memilih Gadget ini sebagai pengganti SE G502.
Sekarang ini seperti yang sudah qt ketahui sedang booming2nya Hp qwerty layaknya Blackberry.Tapi entah kenapa, gw ga terlalu tertarik dengan Hp tipe itu. Mungkin karena style nya yang lebar dan gede. Jadi terkesan berat. Apalagi dengan type keypad Qwerty, yang mau ga mau harus menggunakan 2 tangan kecuali klo telapak tangan kalian memang lebar. Huh…ribet deh.
Bagaimana dengan iPhone?
Dari dulu memang ambisi gw untuk memiliki Hp ini. Sangat stylist dan sebagai satu-satunya yang bisa membandingi keunggulan Blackberry. Namun apa daya duit ga sampai. Bisa aja sih beli. Tapi itu berarti gw harus puasa selama setahun dan ga nonton film di Blitz or 21 saat weekend. Plus ga beli baju impian walau hanya di ITC. Duhhh…lebay d.
Ok…mungkin ga sampe segitunya, tapi tetep aj gw harus ekstra keras untuk nabung dan bersabar sampai pundi2 itu terkumpul.
Beruntung sekali gw, karena Samsung ternyata mengeluarkan hp dengan style yang mirip dengan iPhone.

Samsung S5233S “Star”
Beberapa keunggulan dari Hp Samsung S5233S “Star” yang membuat gw makin jatuh cinta saat pertama kali melihat dan menyentuhnya lebih dalam, yaitu:
1. Fulltouchscreen, ketersediaan “microstick”, tak berarti qt kesulitan dalam mengulik Hp ini lebih dalam. Terbukti, selama 3 minggu gw sah memiliki Samsung Star, jarang sekali menggunakan microstick. Dan jari-jari gw yang lembut pun dengan leluasa menari-nari diatas layarnya yang lebar.
2. Tampilan desktop dalam 3 layar. Yup…pada desktop utamanya, qt bisa mengatur dalam 3 tampilan. Dan qt hanya perlu menyentuh dan menggesernya bila sewaktu2 bosan dengan salah satu wallpapernya.

3. Widget. untuk bisa masuk ke salah satu aplikasinya, ga usah repot2 masuk menu. qt bisa langsung meng-klik nya pada desktop utama. Pengaturannya pun mudah banget. Qt bisa pilih widget mana yang bisa ditampilkan di layar desktop sebelah kiri. Dan qt pun bisa men-drag and drop widget2 tersebut ke layar.


4. Kemudahan ber-sms. Ga pke pegel. Hal itu yang bikin gw makin cinta sama Hp ini. Karena saat gw mengetikkan kata-kata untuk ber-sms, ga perlu pke tenaga. Save energy deh. Apalagi tampilan keypadnya yang ga jauh beda sama Hp lama gw. So…bagi gw yang merupakan newbe pengguna Hp touchscreen, berasa sudah ulung.


Bagi kalian yang terbiasa dengan keypad bentuk Qwerty, ga usah ragu. Saat qt menggenggamnya secara horizontal, dengan otomatis tampilan keypad pun berubah.

Dan dengan kamera 3.2 Megapixel, membuat gw makin bisa bernarsis ria.Apalagi harganya yang dibawah Rp. 2 jt, So…apa lagi yang kalian tunggu??? 

Berbagi
Tags: Gadget
December 29th, 2009 · 3 Comments
|
aku…
ingin engkau ada disini…
menemaniku saat sepi…
menemaniku saat gundah…
|
|
berat…
hidup ini tanpa dirimu…
kuhanya mencintai kamu…
ku hanya memiliki kamu…
|
|
aku rindu 1/2 mati kepadamu…
sungguh kuingin kau tahu…
aku rindu…1/2 mati…
|
|
meski…
tlah lama qt tak bertemu
ku selalu memimpikan kamu…
ku tak bisa hidup tanpamu
|
|
aku rindu 1/2 mati kepadamu…
sungguh kuingin kau tahu…
aku rindu…1/2 mati…
|
Lagu indah yang sering saya dengar mengiringi bermulanya sebuah sinetron di petang hari itu, menyadarkan akan kerinduan saya pada Ibunda tercinta.
Seorang Ibu yang telah mengajarkan kami berbagai hal…
Ibu yang mengajarkan saya bahwa semua manusia itu sama…
Ibu yang tak pernah lupa mengingatkan saya akan ibadah…
Ibu pun tak pernah berhenti mengingatkan saya untuk sedekah walau hanya dengan sebuah senyuman
Ibu…
Darinya saya belajar bahwa berapapun yang qt dapatkan, walaupun kecil…sesegera mungkin untuk ditabung
Darinya pun saya belajar bahwa pentingnya bersilaturahmi (walaupun saya tau…kini banyak yang melupakanmu Ibu)
Tak pernah saya dengar keluhannya saat berbakti pada sang suami.
Jarang sekali saya lihat airmatanya mengalir…
Rasa sakit yang terasa pun tak pernah terlihat diwajahnya
Semua keikhlasan kau berikan disaat yang lain hanya mengharapkan yang kau beri
Dan…Hanya senyuman yang selalu ia tampakkan…
Rinduku padamu Ibu…
Berbagi
Tags: Kenangan
December 18th, 2009 · 1 Comment
1430 Hijriah sudah lewat…
Lalu…apa saja yang sudah gw dapat dan sudah gw lakukan…???
Segala syukur senantiasa dipanjatkan atas segala karunia Allah yang gw dapat sampai gw masih bisa bernafas detik ini.
Evaluasi:
- di Tahun ini Alhamdulillah, gw sudah memutuskan untuk membuka tabungan haji. Mengingat biaya haji yang sangat besar dari tahun ke tahun, tapi tentu saja keinginan itu tidak meluluhkan niat gw untuk bisa menunaikan rukun islam ke 5 itu. Jadi, kalau bukan dari sekarang, kapan lagi???
- Setelah beberapa kali ditawari teman-teman untuk berinvestasi di sebuah asuransi (dan beberapa kali juga gw tolak), akhirnya saya pun berpikir, mungkin tidak ada ruginya jika saya memulainya. Toh…yang merasakan segala manfaatnya nanti adalah gw juga.
- Setelah di tahun lalu gw bisa merasakan keindahan pulau di luar pulau Jawa, yaitu Lombok. Di tahun ini pun Alhamdulillah gw bisa menjamah Kota Lampung. Apalagi kalau bukan karena kesempatan yang diberikan oleh kantor (so…akomodasinya gratis boo…!!!hehehehe).
- Alhamdulillah bisa memenuhi janji gw kepada adik tercinta. mengajaknya ke Bali seusai ia UAN. Alhamdulillah, dia pun senang. Dan semua cerita gw saat mengunjungi Bali untuk ke-2 kali, ada di postingan gw di bulan Juni.
- Di tahun ini gw belajar, bahwa cinta mati itu sangat tidak menyehatkan. trust me…!!!
- Di tahun ini banyak kekurangan yang gw lakuin, ky ibadah yang kurang maksimal, sedekah juga kurang. Tapi gw bersyukur, Ramadhan tahun ini bisa lebih baik dibandingin tahun lalu.
Lalu…apa sih resolusi gw di tahun mendatang???
- Punya pasport. Untuk persiapan kalau-kalau dapet hadiah umroh (ngarep mode on).
- Bisa menikmati keindahan dari sisi lalin Indonesia. Kali ini tujuannya adalah Makasar atau Banjarmasin.
- Pengen juga menikmati sisi lain Asia Tenggara. Pengennya sih…Singapore. (mupeng mode on saat temen satu kantor berlibur ke sana)
- Berinvestasi dalam bentuk lain. Yaitu Logam Mulia, atau dalam bentuk Logam Dirham.
- Ilmu komputer gw harus meningkat, jadi harus ditunjangi dengan kursus. Pengen banget kursus web design…!!!
- Tabungan pribadi juga harus meningkat, secara kebutuhan yang akan datang juga banyak.
- Sedekah pun harus ditingkatkan kalo rejeki juga mo nambah terus
- Ramadhan tahun depan (1431 H) harus 2x lebih baik dari tahun 1430 H.
- Perbaiki segala kebiasaan…!!! Penuhi dengan latihan pembentukan kebiasaan baru selama 21 hari (merujuk pada nasihat di 7th habit)
Semangat Bieb…!!!
Jadi…apa resolusi mu ditahun depan???
Berbagi
Tags: Serba-Serbi
December 16th, 2009 · 1 Comment
Kenangan setahun lalu yang masih sangat melekat di ingatan.
Mendapat kesempatan tak terlupakan untuk menjamahi Lombok. Beruntung sekali kala itu diriku. General meeting yang diadakan oleh pihak manajemen kantor memilih Lombok sebagai tempat meeting (thank’s to Mba’ Lucky, our Admin who had choosen that place).
Dimulai dengan keberangkatanku dari Bandara Soekarno-Hatta (ini kali pertamanya ke Bandara sendiri dan kali keduanya naik pesawat). Beruntung mata ini sempat melihat Pak Paul (Our Leader), jadilah diriku mengikutinya untuk tau bagaimana prosedur sampai bisa naik pesawat. Dimulai dengan check in, menuju ruang boarding dan duduk santai dipesawat selama 1,5 jam.
Sesampai di lombok (bandara selarapang), kami pun segera menuju hotel tempat meeting berlangsung. Sangat berterima kasih lagi kepada Admin kami karena Hotel Sheraton di ujung Senggigi menjadi pilihan. Di setiap pagi kami pun bisa menikmati sarapan sambil menikmati keindahan pantainya yang terjaga dari keramaian umum.


Hari pertama tiba di Lombok, tak ada aktivitas meeting. Kami pun bebas berjalan menikmati pantai senggigi. Dari ujung ke ujung.

Selama seminggu kami disana, hari-hari awal kami nikmati dengan segala keindahan yang ditampilkan Sang Illahi di pantai senggigi.


Pada hari ke-4, saatnya kami melakukan school visit ke sekolah-sekolah yang telah dibangun bersama dengan pemerintah Indonesia di bumi Lombok.


Dan school visit yang kami lakukan ternyata mengharuskan kami untuk keliling Lombok. naik-turun gunung sampai melalui puncak nya Lombok (dan kami menemukan banyak kera berkeliaran bebas disana).

Dan untuk mengenang momen ini, tak lupa kami pun berfoto bersama.



Dan di 1 hari sebelum kepulangan kami ke Jakarta, kami habiskan dengan 1 day travel.
Dimulai dengan Tujuan pertama, Gili Terawangan. Dengan menggunakan Boat yang berisi sekitar 20 orang (@30rb untuk bolak-balik Lombok-Gili Terawangan), kami pun menyebrang menuju Gili Terawangan, salah satu pulau Gili yang indah dan berpenghuni.




Mumpung disana, saya pun menyempatkan untuk snorkling



Di Gili Terawangan, jangan harap kalian akan menemukan motor atau mobil. Yang kalian temukan hanyalah alat-alat transportasi tak bermesin, seperti cidomo (cikar dokar mobil) dan sepeda. Untuk menyewa peralatan snorkling, kami hanya kena 50 ribu rupiah. Beda bila kita ingin snorking di tengah. Karena harus mengocek kantong lebih dalam untuk biaya sewa boat nya, 150 ribu untuk 10 orang.
Setelah puas di Gili Terawangan, kami pun kembali ke Pulau Lombok untuk perjalanan selanjutnya. Kali ini ke Lokasi yang agak jauh. Memakan waktu 2 jam. Dan waktu yang ditempuh itupun kami gunakan untuk istirahat sejenak (bubu…!!! capek euy snorkling gitu aj).
Dan tibalah kami ke Lokasi ke 2, yaitu Tanjung an (bacanya harus dipisah y..!!!). Sebuah ujung pantai dari Pantai Kute Lombok. Sangat indah, birunya laut terhampar dengan jelas, serta pasir putih, yang benar-benar putih. Di Tanjung an ini tidak banyak wisatawan. Maka dari itu, para wisatawan lebih mengenal Pantai Kute Lombok.





Puas di Tanjung an, kami pun segera meluncur ke pantai Kute Lombok. Tau kan…klo pantai ini terkenal dengan pasirnya yang bulat-bulat seperti lada. Maka…tak heran banyak anak-anak kecil yang membawa botol-botol air mineral yang telah terisi pasir untuk dijual ke wisatawan.


Puas putu-putu di Pantai Kute Lombok, kami pun beranjak pulang. Dan sebelum pulang, kami menyempatkan mampir ke perkampungan Suku Sasak. Sebuah suku asli Pulau Lombok.




Dan…itulah akhir kunjungan kami di hari itu.
Miss that moment. Dan…kapan yah saya bisa balik lagi ke lombok…??? (hiks…tiket pesawatnya mahal sekaliiii…
)
Berbagi
Tags: Uncategorized
Film yang super kocak ini sebenarnya merupakan sekuel dari film XL (Extra Large) yang tayang tahun lalu. Berbeda dengan film2 sekuel lain yang biasanya menampilkan kembali pemain utamanya, di XXL ini menampilkan tokoh baru dengan cerita yang baru juga yang beda dengan sebelumnya. Tapi tetep…Mak siat yang merupakan cucu dari Mak Erot (katanya) kembali ditampilkan.
Mak siat, yang pada sekuel sebelumnya masuk penjara, kali ini dy pun telah bebas dan meninggalkan para pelanggannya yang ada di balik jeruji
(ternyata dy buka praktek juga di penjara, cuy…!!!). Dan kembali ke padepokan dimana dy praktek. Namun ternyata, masyarakat sekitar telah melupakannya. Hal ini dikarenakan munculnya Mak Lampir (Tessi), sehingga pelanggan Mak siat pun beralih kesana.
Disisi lain, bos dari geng Barudak lier yaitu Asep (Candil) pergi meninggalkan geng nya serta keluarganya bertahun-tahun. Nah hilangnya Asep ini membuat geng Barudak Lier kehilangan seorang yang ditakuti oleh musuh mereka, geng Wong Kenthir yang dipimpin oleh Sumanto (Dwi Sasono). Hal ini mengakibatkan geng Wong Kentjir berbuat semena-mena terhadap Geng Barudak Lier. Dan para pengikut Barudak Lier menginginkan Kasep (Aming) yang merupakan anak dari Asep untuk menggantikan peran sang Abah. Ternyata hal ini terkendala oleh “ukuran” yang dimilki oleh Kasep. Nah, para Barudak Lier pun segera mencari seseorang yang bisa membesarkan milik Kasep, agar Kasep bisa percaya diri dalam memimpin geng Barudak Lier. Dan kesempatan ini pun digunakan oleh Mak Siat untuk merebut kembali kejayaannya. “Kasep dijadikan kelinci percobaan”. hihihihi.
Tak disangka, Kasep pun jatuh cinta pada Melati (Maychan) yang merupakan adik dari Sumanto. Hal inilah yang membuat Kasep harus menutupi jati dirinya sebagai pemimpin Barudak Lier.
Akankah Kasep berhasil memperjuangkan cintanya dengan ukuran yang dimilikinya???
Bagi gw…film yang bisa membuat gw tertawa ngakak dari saat mulai sampai akhir ini, sangat bisa mengalahkan “seru” nya fil mNew Moon.
Dari judulnya pasti qt pun sudah berpikir bahwa ini adalah film porno. Namun kenyataannya sangat jauh berbeda (tidak seperti film yang betopeng horor tapi full porno didalamnya). Gw malah salut sama film ini. Pesan Nasionalisme yang diutarakan diakhir cerita sangat jelas dan seakan “menyindir” qt sebagai bagian dari warga negara Indonesia. Kenapa “menyindir”?? sudah jelas diceritakan bahwa dalam cerita tersebut terjadi permusuhan bergenre suku. Dimana hal tersebut sering sekali qt temui dalam keseharian. Sunda Vs Jawa, Betawi Vs Padang, Klub sepakbola A Vs B, Kampus C Vs D dan masih banyak lagi.
Jadi…yuk mari qt bergabung dalam kelompok yang lebih besar. Yaitu Indonesia…!!!
Berbagi
Tags: Review Film